Sumber foto: goodreads.com London: Angel ini adalah novel ketiga yang saya baca bulan ini dari 25 buku yang menjadi tantangan bacaan tahun ini. Di luar dari "bucket list" bacaan saya sebenarnya, karena dalam daftar buku yang ingin saya baca sepanjang tahun ini, saya sama sekali tidak mencantumkan London ke dalam salah satu nomor dalam "bucket list" tersebut. Berawal dari Interlude dan Walking After You, saya mulai penasaran dengan kisah-kisah Mbak Windry yang ia tuangkan lewat jari-jarinya yang terampil melahirkan mantra sihir lewat kata-katanya. Setelah terperangkap dalam kisah Kai dan Hanna, lalu jatuh cinta pada Julian dan An, saya seakan memburu karya-karyanya yang lain. Beruntung, seorang teman mengatakan bahwa ia memiliki salah satu dari tujuh novel yang telah diterbitkan Mbak Windry; London: Angel. Sebelum meminjamnya, saya bertanya dan sedikit berdiskusi mengenai novel ini dengan teman saya tersebut. Ia kagum dengan cara Mbak Windry mendeskripsi...
Social Media | Skincare | Book | Food | Self Care