Menjelang ulang tahunnya di penghujung Februari, yang hanya bisa ia rayakan empat tahun sekali itu, Tania sering memimpikan mimpi yang sama. Tentang daun-daun yang berguguran dari sebuah rain tree dan seorang anak perempuan mengenakan gaun biru muda yang selalu hadir dalam mimpinya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tania meyakini bahwa di hari ulang tahunnya kali ini pun akan terjadi sebuah peristiwa besar, yang menurut Stella, sahabatnya hanyalah sebuah kebetulan. Tapi Tania sangat yakin, bahwa mimpinya tersebut bukan sekadar bunga tidur, seakan ada tanda lain di balik mimpinya tersebut. Mimpinya itu seolah berusaha menunjukkannya tentang suatu hal mengenai kehidupan masa lalu keluarganya, ayah dan ibunya yang tidak pernah ia ketahui. Selama ini, Tania hanya mengenal kakek dan neneknya. Kedua orang tersebut yang telah membesarkan Tania. Sedangkan ayah dan ibunya hanya ia kenal lewat sebuah foto lama dalam pigura yang Tania taruh di atas nakas di kamarnya. Tania tidak be...
Social Media | Skincare | Book | Food | Self Care