Sumber Foto: home-for-writers.tumblr.com Suatu hari yang redup dan angin bertiup perlahan, ia datang dengan sebuah senyum khasnya, yang menampilkan jejeran giginya yang rapi. Tidak ada hal lain yang dapat kulakukan jika ia sudah tersenyum selain memberinya senyum balik yang juga tidak kalah sumringahnya. Lalu ia duduk di sampingku, di bangku taman yang selalu kami tempati untuk menghabiskan waktu bersama. Kali itu kami telah berjanji untuk makan siang bersama, di bangku taman itu. Kubuka kotak makan siangku, yang sekaligus kotak makan siangnya. Memang sudah seperti biasa, janji makan siang bersama berarti juga janji membawakannya sekotak makan siang gratis. Tapi, aku selalu senang melakukannya. Ah, jatuh cinta selalu membuat seseorang rela melakukan apa saja demi orang yang dicintainya itu. Setelah menyantap habis makan siangnya, ia menatap lurus ke depan, seperti menerawang sesuatu. Aku yang berada di sampingnya mengikuti arah pandangannya, namun tak ada apa-apa di depan san...
Social Media | Skincare | Book | Food | Self Care