Image credit: goinghometoroost.com Pertemuan menjadi barang mewah beberapa tahun belakangan ini. Dulu, zamannya masih putih abu-abu, waktu bukanlah permasalahan utama kita. Enam hari dalam seminggu, dari pagi hingga sore membuat kita mati kebosanan karena yang kita temui adalah orang-orang yang sama. Mulai dari berbagi cerita, mengerjakan tugas sekolah, bekal makanan yang dibawa, hingga berbagi kejahilan. Tidak perlu diragukan lagi, kita adalah sahabat karib yang kemana-mana selalu bersama. Kalau ada aku, pasti juga ada kamu. Begitu juga sebaliknya. Sampai teman-teman yang lain, atau bahkan guru-guru, jika mencari salah satu dari kita akan terlebih dahulu bertanya kepada kita sebagai sahabat yang selalu 'nempel' setiap waktu. Kalau kita menjawab tidak tahu, asumsi yang mereka miliki adalah: "Kok, nggak tau? Kalian lagi berantem, ya?". Lihat, betapa dekatnya kita dahulu. Masa-masa itu yang tidak kita miliki adalah uang yang serba pas-pasan sesuai jata...
Social Media | Skincare | Book | Food | Self Care