Menahun menyalakan semu Memantiknya dengan harap setiap meredup Menahun mencari sosokku dalam sorot matanya Atau dalam degupan irama jantungnya Tidak di keduanya Pun, tidak dalam perhatiannya Terbukti orang berkata Luka karena terbiasa ada hadirnya Luka karena tak bersambut tangannya Memang bukannya yang Dia pilih Meski kubawa doa dalam jerit Pergi jadi satu-satunya tujuan Mengaku kalah pada juang Biar pecah gandrung menjadi kidung paling pahit Tak ingin perlahan mati dan kehilangan kupunya hati
Social Media | Skincare | Book | Food | Self Care