Selamat pagi, Bu Guru yang cantik-cantik?
Belajar apa kita hari ini?
Well, ini surat kutujukan untuk kalian. Sahabat-sahabatku calon pendidik anak bangsa. Ciee..mulia dan bijaksana sekali kedengarannya ya. Ya memang, tugas kalian kelak sungguh mulia. Mendidik dan mencerdaskan beribu anak negeri ini. Pilihan kalian sungguh berani, kawan. Bagaimana tidak, saat kebanyakan orang memilih untuk kuliah dan bekerja di bidang yang tengah popular dan menjajikan (yang belum tentu menjanjikan) finansial yang besar, kalian memilih untuk tetap sederhana, hanya menjadi guru. Kerjanya mengajar, memberi nilai, merancang silabus dan lesson plan. Memang tidak semudah itu, aku paham betul. Tidak semudah ketika kita mengeja kata 'guru' itu sendiri. Tidak semudah seperti melafalkan huruf G-U-R-U. Lebih dari itu, kalian akan mengembang tugas dan tanggung jawab yang besar. Pekara mengajar bukan lagi sekadar memberi materi pelajaran, zaman menuntut kalian dapat mengajar selain yang tidak ada di buku pelajaran. Kalian yang akan mengajarkan tentang budi pekerti, santun yang baik, dan agama yang kuat. Aku harap, kelak kalian dapat menjadi guru selayaknya guru. Tidak hanya makan gaji buta. Guru yang dapat membawa muridnya menjadi manusia yang baik secara akademis maupun moralnya.
Pertemuan kita Jumat lalu, membuatku berpikir untuk menulis, anggaplah, sebuah surat kenang-kenangan. Kusebut surat kenang-kenangan, karena kuharap suatu hari nanti saat jarak sulit kita tempuh untuk bersama, surat ini dapat mewakili rasa rindu kalian. Bahwa dalam surat ini kusimpan berjuta cinta dan rindu untuk kalian. Jadi kumohon agar kalian menyimpannya baik-baik.
Maaf, sungguh aku telah bersalah terhadap kalian. Betapa sering kulewatkan waktu untuk bersama kalian, meski kalian telah memintanya. Tetapi.. ah, sudahlah. Aku tidak akan memberikan penjelasan panjang lebar lagi. Aku yakin kalian paham dengan keadaanku sekarang. Bicara soal keadaan, aku iri dengan kalian yang bisa dan mudah dengan bebas ke sana ke mari tanpa memikirkan ataupun mengkhawatirkan sesuatu. Kalian bebas dan ceria, tanpa harus memikirkan 'besok makan apa' atau 'ada ongkos buat kuliah besok apa nggak'. Aku pun tidak bisa menyalahkan keadaan. Memang semuanya harus seperti ini. Tuhan menginginkan aku seperti ini dengan maksud dan tujuan-Nya sendiri. Doakan aku agar memiliki kelapangan hati untuk penerimaan hidup yang baik.
Begitu berbeda hidup kita bukan? Ya, kita memang berbeda. Namun, semoga dalam perbedaan ini masih ada kasih yang menghiasi dan pengertian yang mengisi persahabatan kita. Oh ya, satu lagi semoga kalian dapat memaafkan ketidakmampuan dan keterbatasanku ini.
Omong-omong, bagaimana kuliah kalian? Lancar-lancar saja kah? Bagaimana liburannya kemarin?
Kita sama-sama hampir di penghujung tahun terakhir kuliah, dan bagi kalian KKN dan PKL telah menanti di beberapa bulan ke depan. Doaku akan selalu menyertai kalian, tenang saja. Semoga kalian dilancarkan dalam segala urusan dan situasi, dimudahkan dalam meraih gelar Spd. nya, hihihi :p
Tetap semangat ya, Bu Guru :D
Hmm.. apa lagi ya?? Aku sangat rindu kalian sebenarnya. Sambil menulis surat ini, sesekali kubuka album foto kita ketika SMA dulu, untuk sekadar melepas rindu itu.
Ah, lagi-lagi aku ingin meminta maaf. Atas seringnya salah paham yang terjadi di antara kita. Atas keegoisan diri yang tidak mau mengalah dan dikalahkan. Aku jadi ingat bagaimana kita bersitegang karena beda pendapat. Pembawaanku yang terlalu serius kah penyebabnya? Jika iya, maaf atas kekuranganku selama ini. Aku tidak akan berjanji, tetapi aku selalu berusaha agar dapat menahan emosiku lain kali di hadapan kalian. Jika nanti kita berselisih paham lagi, aku tidak akan banyak bicara, takut-takut salah bicara lagi yang ujung-ujungnya menyakiti kalian. Aku tak apa jika kalian ingin melampiaskan lagi amarah kalian kepadaku. Aku hanya akan diam. Dan mendengarkan keluhan kalian, tentu saja.
Okay, aku sudah banyak bicara. So, dipenghujung suratku ini, aku berharap kelak kalian akan menjadi guru-guru terbaik yang dimiliki bangsa ini. Yang selalu disayangi oleh murid-muridnya. Yang memiliki hati yang cantik dan pengetahuan yang luas. Jika nanti sampai aku punya anak, aku titip anak-anakku untuk kalian didik dengan baik. Dan jika umurku tak panjang, aku titip mereka dalam asuhan kalian, ya. Tolong didik moral dan agama mereka, agar mereka dapat seperti kalian ketika besar nanti.
Salam sayang untuk kalian yang jauh di sana,
calon Bu Gurunya anak-anakku :)
Komentar
Posting Komentar