Langsung ke konten utama

Pertama Kali Coba Sheet Mask dari Innisfree



Selama berpuasa kemarin, mungkin kamu merasa tubuhmu kekurangan asupan cairan yang menyebabkan kulitmu jadi kering. Ditambah lagi ketika puasa selesai dan lebaran banyak makanan yang manis-manis, berlemak, dan bersantan yang menggiurkan dan susah buat ditolak. Jenis makanan ini juga berpotensi membuat kulit kusam, kering, dan jerawat gampang bermunculan lho, Ladies.

Memperbanyak mengonsumsi air, sayur dan buah-buahan perlu banget nih, kamu lakukan biar mengembalikan kesegaran dan kelembapan kulit. Sebagai tambahannya kamu juga bisa menggunakan masker dua kali dalam seminggu. Dan aku mau merekomendasi jenis sheet mask yang sudah sebulan terakhir ini aku pakai. Kalau kamu pengikut K-Beauty pasti sudah hapal banget dengan skincare ini. Karena mudah dipakai dan nggak perlu dibilas setelahnya jadi alasan utama kenapa aku memilih masker jenis ini. Bukannya jadi lebih boros ya, dibandingkan dengan masker wash-off? Bisa dibilang iya, tapi nggak begitu terlalu jauh kok, bedanya :). Kembali lagi ke kebutuhan kamu, Ladies. Kalau aku pengin dapetin kemudahannya, karena selama menggunakan masker wash-off sering mengalami lupa membilas karena ketiduran hehehe :p. Alasan kedua kenapa memilih sheet mask adalah karena jenis masker ini dapat melembapkan, mencerahkan, sekaligus mengencangkan kulit dengan cepat. Essence pada lembaran maskernya dapat meyerap dengan baik hingga ke dalam lapisan kulit wajah.

Baca juga: [Beauty 101] Sheet Mask and All About It 

Di negeri asalnya, face sheet mask become a staple for the women, also a vital part of their regimen. Lalu, mulai deh, menyebar ke berbagai negara dan jadi skincare wajib dimiliki. Salah satu merek sheet mask yang lagi nge-hits adalah keluaran Innisfree. Sama sekali nggak tau merek ini sampai Teh +Mahadewi Sugiastuti Shaleh merekomendasikan setelah aku curhat serba salah milih produk skincare. Dari sekian varian, aku memilih varian green tea, tea tree, pomegranate, dan kiwi. Sekalian beli 12 sheet buat dipakai sebulanan (tapi udah hampir sebulan masih ada 5 sheet lagi) dan mumpung ada promo paketan gitu jadi harganya jatuh lebih murah.

Masing-masing varian tentunya memberikan benefit yang berbeda. Berhubung kulitku termasuk tipe yang kombinasi dan agak berjerawat juga pori-pori yang besar jadi dapat saran buat pakai yang green tea dan tea tree. Varian green tea dapat membantu memberi kelembapan mendalam pada kulit. Nah, kalau yang tea tree selain dapat menjaga kelembapan, dia juga membantu kulit bermasalah biar tampak lebih bersih. Sedangkan pomegranate dan kiwi biar kulit tampak lebih sehat, kenyal, lembut, cerah, dan berseri. Sesuaikan varian masker dengan kebutuhan kulitmu, ya!

Cara menggunakan sheet mask rata-rata hanya terdiri dari tiga step, termasuk untuk merek ini:
1. Cuci wajah hingga bersih lalu usapkan toner;
2. Aplikasikan masker pada wajah dengan menghindari bagian mata dan bibir;
3. Lepaskan masker setelah 20-30 menit dan tepuk-tepuk dengan lembut untuk membantu penyerapan serum ke dalam kulit.

Petunjuk penggunaan masker tertera di balik kemasan

Karena baru nyoba merek ini, kesan pertama pakai masker Innisfree adalah lembaran maskernya cukup menempel dengan baik di wajah, nggak geser-geser walau dipakai sambil melakukan pekerjaan yang lain. Aromanya juga segar, apalagi yang pomegranate. Kalau yang green tea atau tea tree harumnya lebih menenangkan, cocok buat relaksasi sehabis pulang kerja atau dipakai menjelang tidur malam. Harganya juga terbilang nggak terlalu mahal, sekitar Rp 15rb untuk satu sheet (tapi sepertinya kalau soal harga tergantung kamu beli di mana, deh). Biasanya sebelum dipakai, aku simpan dulu dalam kulkas selama 10 menit untuk memberikan sensasi dingin dan menyegarkan. Apalagi buat kamu yang seharian di luar ruangan dan terpapar terik matahari, bakalan nyeess deh, di wajah! 

Kalau ada bagian wajahmu yang nggak tertutupi seluruhnya oleh masker seperti area hidung dan sisi wajah dekat telinga, kamu bisa manfaatkan sisa essence dengan cara rendam kapas dalam essence lalu oleskan ke bagian tersebut. Habis itu, jangan lupa untuk menepuk-nepuk wajah untuk menepuk essence menyerap ke dalam kulit. Selama hampir sebulan pakai sheet mask ini sih, benefitnya belum terlalu kelihatan jelas, tapi kulit wajah mulai terasa lebih halus, bersih, dan kenyal. 

Punya pengalaman tentang sheet mask juga atau kamu salah satu pengguna sheet mask dari Innisfree? Yuk, share ceritamu!

Xoxo,

Titi 💗

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Abang Sebelah Rumah

Untuk Abang sebelah rumah, surat ini kutulis dengan ketidaktahuan maksudku menulis surat ini. Aku hanya ingin. Entah, mungkin sebenarnya perlu. Aku pun tak tahu bagaimana menulis prolog yang baik dalam surat ini. Ada berjuta kata yang berjejal dalam kepalaku saat ini yang ingin kutulis. Namun, jari-jari ini kewalahan untuk merunut satu per satu kata dan memilah kata mana yang harus ditulis terlebih dahulu. Untuk Abang sebelah rumah, Ini memang surat cinta untukmu. Ya, aku yang mencintaimu. Sejak setahun yang lalu, Bang. Rasa itu muncul tanpa ketukan di pintu, tanpa pula ada salam. Dia tiba-tiba sudah berada di dalam ruang yang bernama hati. Hatiku, Bang. Menyusuri setiap sudut di dalamnya, menyebarkan suka cita dan perasaan yang indah di setiap jejak langkah yang ia tinggalkan di sana. Di hatiku, Bang. Satu-satunya alasan mengapa aku jatuh cinta padamu adalah, aku jatuh cinta karena terbiasa. Sepertinya. Terbiasa dengan kehadiranmu setiap hari. Terbiasa mendengar suarumu setia...

"Masih Beranikah Kau untuk Jatuh Cinta?"

Jatuh cinta pada pandangan pertama saat membaca kumpulan cerpennya yang pertama: Milana , membuatku ketagihan buat mengikuti semua karya-karya penulis yang akrab dipanggil Bara ini. Cuma dua bukunya yang belum sempat dibaca, Angsa-Angsa Ketapang (puisi) dan Radio Galau FM (novel). Setelah jatuh cinta, emm...mungkin rasa yang selanjutnya itu adalah penasaran. Penasaran sama cerita apalagi yang Bara suguhkan buat para pembacanya. Penasaran apakah ceritanya bakal semenarik karya sebelumnya, atau malah sebaliknya. Dan penasaran apa ada something new yang Bara kasih ke pembacanya di setiap karyanya yang baru. Something new ini akhirnya aku temukan di bukunya yang ketujuh: Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri , kumpulan cerpennya yang kedua. Selain judulnya yang lumayan panjang, dari segi isi cerita pun ada sesuatu yang beda dari buku-buku sebelumnya. Kelimabelas cerpen yang ada di dalamnya, semuanya mengusung satu tema utama. Bisa dilihat dari judulnya, cerpen-cer...

Secangkir Cappucino

Kita tidak pernah menyangka akan menjadi seperti sekarang ini, sejak perkenalan kita dua tahun lalu. Dan kita pun tak pernah tahu, sejak hari itu, waktu terus membawa kita untuk saling mendekat. Kita bukanlah dua orang yang dipertemukan oleh hal yang sama. Kita bertemu dengan apa adanya diri kita. Aku begini. Kamu begitu. Kita dipertemukan tanpa ada satu hal pun alasan kenapa kita dipertemukan. Aku pikir itu adalah hasil dari konspirasi alam dan semesta terhadap kita. Kita hanya dipertemukan oleh rasa nyaman yang timbul ketika kita berjalan bersama. Waktu yang bergulir di samping kita membuat rasa nyaman itu berubah menjadi sebuah kebiasaan. Kita terbiasa untuk selalu bersama dalam segala kesempatan. Jika ada kamu, sudah pasti aku pun ada di sana. Begitu juga sebaliknya.  Kita tetap menjadi diri kita sendiri, bahkan setelah dua tahun bersama. Kita tetap dua orang yang berbeda. Dan kita tidak perlu menjadi sama dan satu. Kita hanya berusaha untuk saling melengkapi. Jadilah ...