Langsung ke konten utama

#SM79: Pencapaian Besar dan Kontribusi untuk Negeri

Bertambahnya usia, menurut saya, perlu diimbangi dengan bertambahnya pencapaian-pencapaian. Pencapaian di sini nggak harus berupa sesuatu yang besar, tapi bisa dengan hal-hal kecil. Misalnya, kalau tahun kemarin olahraga cuma tiga kali sehari, tahun ini bisa rutin setiap hari. Kalau tahun lalu nabungnya masih seingatnya aja, tahun sekarang bisa rutin menyisihkan gaji untuk tabungan. Intinya, ada sesuatu perubahan yang dilakukan dari tahun ke tahun, dan perubahan itu mengarah kepada hal-hal yang baik. Syukur-syukur perubahan itu bisa berupa pencapaian besar sekalian.


Logo Sinar Mas


79 Tahun Sinar Mas, Kontribusi untuk Indonesia

Seperti Sinar Mas yang setiap tahunnya melakukan pencapaian-pencapaian yang mengagumkan. Dimulai sejak tahun 1938, 79 tahun kemudian Sinar Mas mampu menunjukkan bahwa bertambahnya usia diiringi juga bertambahnya kesuksesan. Siapa sangka di usianya yang baru 15 tahun ketika itu, Eka Tjipta Widjaja bisa membangun perusahaan sebesar Sinar Mas sekarang ini. Berawal dari berjualan beragam produk makanan di Makassar, Eka Tjipta terus merambah berbagai bidang bisnis hingga kini menjadi enam pilar bisnis besar, di antaranya: Pulp dan Kertas, Agribisnis dan Pangan, Layanan Keuangan, Pengembang dan Realestat, Telekomunikasi, serta Energi dan Infrastruktur. Meski dikelola secara independen, namun keenam pilar bisnis ini tetap dipersatukan oleh kesamaan nilai dan historis perusahaan.

Mengusung hashtag #SM79 di tahun 2017 ini, Sinar Mas terus berkomitmen pada praktik bisnis berkelanjutan melalui aspek ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Belakang ini, Sinar Mas juga terlibat dalam penyediaan layanan kesehatan dan pendidikan. Dari pilar bisnis yang ada sekarang ini, kita bisa lihat nih Guys, yang menjadi fokus Sinar Mas adalah pelayanan kebutuhan utama masyarakat, dan sekaligus mendorong perekonomian dan kesejahteraan Indonesia. Cakep banget kan, komitmennya! Dari bisnis yang dijalankan Sinar Mas bisa memberi lahan pekerjaan kepada 380.000 ribu masyarakat Indonesia. Keren nggak tuh, Guys!


Sinar Mas Berbagi dengan Sekitar

Hal lainnya yang bikin saya amazed adalah kegiatan CSR yang konsisten diadakan. Dua di antaranya adalah: Bazaar Rakyat dan Al-Quran untuk Indonesia. Bazaar Rakyat dilatarbelakangi dengan problem naiknya harga bahan kebutuhan pokok menjelang hari-hari besar seperti Idul Fitri dan Natal. Jadi, dari tahun 2005 lalu Sinar Mas rutin mengadakan Bazaar Rakyat ini dengan menyalurkan minyak goreng bersubsidi ke berbagai daerah di Indonesia. Ada juga program Al-Quran untuk Indonesia yang mengajak kita untuk berpartisipasi membantu saudara muslim kita yang memerlukan Al-Quran. Coba deh, cek program CSR-nya di http://sinarmas.com/sustainability.html.


Bazaar Rakyat Sinar Mas

Sinar Mas di Trade Expo Indonesia 2017

Selain itu, di bulan Oktober 2017 ini Sinar Mas juga ikut berpartisipasi dalam event Trade Expo Indonesia 2017 yang diadakan di ICE BSD mulai dari tanggal 11-15 Oktober. Di sana, Sinar Mas akan membuka booth di mana kita bisa berkunjung dan melihat juga berdialog tentang kontribusi Sinar Mas selama ini untuk Indonesia. Kalau mau tahu info lengkapnya bisa kunjungi http://www.tradexpoindonesia.com. FYI nih Guys, kawasan ICE BSD ternyata termasuk ke dalam aset Sinar Mas, lho! Jadi, bisa kita lihat kan, 79 tahun Sinar Mas benar-benar berupa pencapaian yang sangat besar. Info lainnya tentang Sinar Mas, bisa dilihat di akun media sosialnya, ya! Sampai ketemu di Trade Expo Indonesia 2017, Guys!


Sinar Mas Land, ICE BSD

Facebook: https://www.facebook.com/pg/SinarMasID
Twitter:  https://twitter.com/sinar_masid
Instagram: https://www.instagram.com/sinar_masid/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Abang Sebelah Rumah

Untuk Abang sebelah rumah, surat ini kutulis dengan ketidaktahuan maksudku menulis surat ini. Aku hanya ingin. Entah, mungkin sebenarnya perlu. Aku pun tak tahu bagaimana menulis prolog yang baik dalam surat ini. Ada berjuta kata yang berjejal dalam kepalaku saat ini yang ingin kutulis. Namun, jari-jari ini kewalahan untuk merunut satu per satu kata dan memilah kata mana yang harus ditulis terlebih dahulu. Untuk Abang sebelah rumah, Ini memang surat cinta untukmu. Ya, aku yang mencintaimu. Sejak setahun yang lalu, Bang. Rasa itu muncul tanpa ketukan di pintu, tanpa pula ada salam. Dia tiba-tiba sudah berada di dalam ruang yang bernama hati. Hatiku, Bang. Menyusuri setiap sudut di dalamnya, menyebarkan suka cita dan perasaan yang indah di setiap jejak langkah yang ia tinggalkan di sana. Di hatiku, Bang. Satu-satunya alasan mengapa aku jatuh cinta padamu adalah, aku jatuh cinta karena terbiasa. Sepertinya. Terbiasa dengan kehadiranmu setiap hari. Terbiasa mendengar suarumu setia...

"Masih Beranikah Kau untuk Jatuh Cinta?"

Jatuh cinta pada pandangan pertama saat membaca kumpulan cerpennya yang pertama: Milana , membuatku ketagihan buat mengikuti semua karya-karya penulis yang akrab dipanggil Bara ini. Cuma dua bukunya yang belum sempat dibaca, Angsa-Angsa Ketapang (puisi) dan Radio Galau FM (novel). Setelah jatuh cinta, emm...mungkin rasa yang selanjutnya itu adalah penasaran. Penasaran sama cerita apalagi yang Bara suguhkan buat para pembacanya. Penasaran apakah ceritanya bakal semenarik karya sebelumnya, atau malah sebaliknya. Dan penasaran apa ada something new yang Bara kasih ke pembacanya di setiap karyanya yang baru. Something new ini akhirnya aku temukan di bukunya yang ketujuh: Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri , kumpulan cerpennya yang kedua. Selain judulnya yang lumayan panjang, dari segi isi cerita pun ada sesuatu yang beda dari buku-buku sebelumnya. Kelimabelas cerpen yang ada di dalamnya, semuanya mengusung satu tema utama. Bisa dilihat dari judulnya, cerpen-cer...

Secangkir Cappucino

Kita tidak pernah menyangka akan menjadi seperti sekarang ini, sejak perkenalan kita dua tahun lalu. Dan kita pun tak pernah tahu, sejak hari itu, waktu terus membawa kita untuk saling mendekat. Kita bukanlah dua orang yang dipertemukan oleh hal yang sama. Kita bertemu dengan apa adanya diri kita. Aku begini. Kamu begitu. Kita dipertemukan tanpa ada satu hal pun alasan kenapa kita dipertemukan. Aku pikir itu adalah hasil dari konspirasi alam dan semesta terhadap kita. Kita hanya dipertemukan oleh rasa nyaman yang timbul ketika kita berjalan bersama. Waktu yang bergulir di samping kita membuat rasa nyaman itu berubah menjadi sebuah kebiasaan. Kita terbiasa untuk selalu bersama dalam segala kesempatan. Jika ada kamu, sudah pasti aku pun ada di sana. Begitu juga sebaliknya.  Kita tetap menjadi diri kita sendiri, bahkan setelah dua tahun bersama. Kita tetap dua orang yang berbeda. Dan kita tidak perlu menjadi sama dan satu. Kita hanya berusaha untuk saling melengkapi. Jadilah ...