Apa yang ingin kau benci?
Jika niat-Nya hanyalah untuk mempertemukan,
bukan untuk mempersatukan.
Sungguh Ia tahu apa yang berderu
dalam hatimu. Juga apa yang bergemuruh
dalam kepalamu.
Hadir-Nya sangatlah dekat.
Sangat dekat hingga Ia hapal
untuk apa derai air matamu.
Hingga Ia tahu untuk siapa
sesak rindu di dadamu.
Ia ada saat kau jatuh cinta,
bahkan kini patah hati kau rasa.
Ia ada di setiap degup jantung,
setiap kau menatapnya. Atau kala
diam-diam kau terisak jika ia tak ada.
Apalah yang sampai membuatmu benci?
Jika Ia Maha Tahu kepada siapa kelak
bahagia hatimu kan bermuara.
Apalah yang sampai membuatmu benci?
Jika Ia mendekapmu setiap sesak hingga tangis itu tumpah ruah.
Apalah yang membuatmu benci?
Jika saat kau tak pernah dipersatukan olehnya,
tapi Ia tengah merencanakan menyatukanmu dengan sosok yang lain.
Yang lebih baik,
yang lebih indah,
yang lebih mencintai.
Bogor,
29 Mei 2016
Jika niat-Nya hanyalah untuk mempertemukan,
bukan untuk mempersatukan.
Sungguh Ia tahu apa yang berderu
dalam hatimu. Juga apa yang bergemuruh
dalam kepalamu.
Hadir-Nya sangatlah dekat.
Sangat dekat hingga Ia hapal
untuk apa derai air matamu.
Hingga Ia tahu untuk siapa
sesak rindu di dadamu.
Ia ada saat kau jatuh cinta,
bahkan kini patah hati kau rasa.
Ia ada di setiap degup jantung,
setiap kau menatapnya. Atau kala
diam-diam kau terisak jika ia tak ada.
Apalah yang sampai membuatmu benci?
Jika Ia Maha Tahu kepada siapa kelak
bahagia hatimu kan bermuara.
Apalah yang sampai membuatmu benci?
Jika Ia mendekapmu setiap sesak hingga tangis itu tumpah ruah.
Apalah yang membuatmu benci?
Jika saat kau tak pernah dipersatukan olehnya,
tapi Ia tengah merencanakan menyatukanmu dengan sosok yang lain.
Yang lebih baik,
yang lebih indah,
yang lebih mencintai.
Bogor,
29 Mei 2016

Komentar
Posting Komentar