Dari tahun lalu, saat pertama kali memegang Milana dan Kata Hati lalu 'jatuh cinta' sama penulisnya, aku mulai menaruh keinginan kalau suatu hari nanti, mau cepat atau lambat, aku pengin ketemu sama penulis ini. Dan akhirnya, doaku itu terkabul jugaaa! ^_^
Di acara Kumpul Penulis dan Pembaca 2014 yang diadakan oleh Gagas Media pada 13-14 Desember kemarin ini, aku berhasil 'menjemput' idolaku yang satu itu. Yups, He's Bernard Batubara. Lewat kelas menulis yang ia bawakan Minggu kemarin, terbayar semua keinginan buat minta tanda tangan dan foto bareng doi. Lebih berasa spesial lagi karena ini berbarengan sama peluncuran kumcer terbarunya, Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri. Sempat agak menyesal juga, sih, karena nggak ikut yang sesi #BreakfastWithAuthor sehari sebelumnya, padahal ada Kak Windry Ramadhina juga, hiks ;(. Tapi nggak apa, walau cuma ikut acaranya sehari tetap kerasa seru dan asyik banget!
Awalnya masih ragu buat datang dan ikutan acara ini. Bahkan sampai memutuskan buat nggak datang aja, padahal udah daftar dan transfer uang pendaftaran. Alasannya...?? Klise dan cupu abis, deh! Cuma karena nggak ada teman yang ikutan dan mau diajak buat ikutan, nggak tau tempat acaranya, dan belum pernah datang ke acara Gagas sebelumnya, aku hampir aja melepaskan mimpiku buat ketemu dan foto bareng Kak Bara. Malah sampai diceramahin teman gara-gara hal itu.
"Bodoh banget, sih, kamu, Ti. Kemarin-kemarin bilang pengin ketemu Bara, sekarang pas ada kesempatannya malah nggak jadi pergi. Udah sana pergi, dijamin nggak akan nyesel, deh, kalau datang. Soal jalan, tinggal tanya-tanya lah...soal nggak ada temen, supel aja lah kenalan sana sini...soal acaranya, googling ica keles, jangan jadi kayak orang jadul, deh."
Okay, jadi setelah mendapat ceramah gitu dari teman, dengan modal nekat dan siap-siap kesasar di Pasar Minggu, berangkatlah seorang Titi yang jarang pergi kemana-mana sendirian di Minggu pagi yang cerah dari Bogor. Malam sebelumnya, aku membekali diri dengan peta dan rute yang diberikan oleh panitia KPP yang diposting di akun Twitter Gagas Media, tanya-tanya teman kuliah dan komunitas yang biasa berkeliaran di Jakarta, dan juga beberapa informasi soal KPP di web dan Twitter (biar nggak buta banget soal KPP :D). Dan beruntungnya, salah satu teman komunitasku mengenalkan salah satu temannya yang juga akan datang ke KPP. Ditambah pula dengan kabar dari teman dekatku kalau sepupunya pun akan datang dan meliput, jadi aku dapat menghubunginya kalau perlu bantuan selama acara berlangsung (red: nunjukkin arah dan nemenin biar nggak disangka anak ilang gara-gara celingak-celinguk sendirian, hahaha :p). And finally, I met new friends, @margaretanyiit dan @falenpratama! Mereka yang udah nemenin aku dan bersedia kenalan sama anak cupu ini, huhuhu *terharuu *terus ditabok.
Bermodal secarik kertas berisikan alamat lengkap lokasi, karena hp nggak menunjang untuk dipakai menunjukkan arah alias jadul, pergilah aku seorang diri dengan perasaan campur aduk, antara excited mau ketemu idola, nggak sabar ketemu teman-teman baru, takut kesasar, takut ketinggalan kereta, takut telat acaranya, takut diculik, takut kelaperan, takut nggak kebagian snack dari panitia, dan takut Kak Bara nggak mau foto sama aku dan malah disuruh pulang sambil bilang, "Kamu kurang beruntung, coba lagi, ya, tahun depan." (Sorry, kehilangan kontrol diri, hahaha :D)
Setelah berjuang rebutan napas dalam kereta yang sesak dan kaki yang mulai berontak pegal karena diri terus, ternyata perjuanganku buat ketemu Kak Bara belum berhenti sampai di sana, karena aku masih harus berjuang nanya sana-sini ke arah mana Promenade yang ada Ace Hardware-nya. Nanya babang-babang ojek nggak tau, nanya ibu-ibu penjual buah nggak tau, bahkan security stasiun juga nggak tau. Pas lagi celingak-celinguk nyari metromini nomor 75, akhirnya nongol juga tuh metromini. Cepat-cepat aku naik yang langsung disambut tatapan heran babang sopir dan kondektur karena lihat ada cewek berjilbab pakai rok grasak-grusuk naik metromininya sambil ngos-ngosan.
"Bang, Bang, tau tempat ini nggak?" Tanyaku agak ngga nyelow, karena masih ngos-ngosan.
"Tau, Mbak, yang deket Pejaten Village, kan?" Si babang kondektur malah nanya balik. Yaelah, Bang, kalau ogut tau juga ngapain pake nanya -_-
"Iyah, yang depannya ada Ace Hardware-nya. Bener, kan, naik jurusan ini?"
Si babang sopir mengernyitkan dahi sambil melihat kertas alamat yang aku tunjukkan, sambil bilang dengan bernada dan berwajah bijak, "Iya, Mbak. Mbak nggak salah, kok, udah pilih (metromini) saya." (ini, sih, drama bangeettt!! Aslinya nggak gitu, kok, hehehe).
Sambil duduk manis di bangku belakang babang sopir, aku memerhatikan jalan yang aku lalui, jaga-jaga siapa tau lain kali ada acara atau keperluan ke Pasar Minggu-Pejaten lagi, jadi sedikit banyak udah tau jalan dan sistem angkutan umum beserta rutenya. Berkali-kali juga aku mengingatkan si babang sopir supaya nggak kelewatan dan menurunkan aku di tempat yang tepat, yang langsung aja disambut dengan semprotan si babang yang jengkel karena aku ngomong terus. "Iyah, Mbak, iyah, nanti diturunin di Promenade!" Aku cuma nyengir dan berterima kasih atas kebaikan si babang sopir dan kondektur, berkali-kali juga. Ketika hampir sampai Promenade, si babang kondektur menyuruhku untuk berdiri dari dudukku dan siap untuk turun. Si babang sopir memperlambat laju metromininya dan menepi ke tepi jalan, dan mendaratlah aku dengan anggun di Promenade, yeeeyyy!! Lalu.....
BRRRRR!! Asap knalpot metromini menyembur wajah dan seluruh tubuhku! Ini asli bukan cuma cerita, tapi beneran disembur asap knalpot yang hitam dan baunya yang Subnallah nikmat. Asem! Dari rumah udah dandan cantik, berpenampilan rapi, mengenakan pakaian terbaik, pakai wewangian hasil nyolong parfume si cici, eh tapi sampai ke Promenade disembur asap knalpot. Aku merasa hina dan kotor! *terus ditoyor semua crew KPP (T_T). Ngerasain, deh, gimana perjuangannya saking pengin ketemu Kak Bara, ckckck.
Tapiiii....rasa yang campur aduk itu, antara takut nyasar, capek, bingung nyari alamat, sampai sebel sama babang metromini yang barusan nyemburin asap knalpotnya, terbayar tuntas pas sampai tempat acaranya. It was perfect place, perfect event! Crew-nya ramah dan asyik-asyik. Tempatnya nyaman. Suasananya hangat dan akrab banget. Acaranya disajikan casual dan seru banget. Nggak nyesel udah mutusin buat datang dan jadi bagian di KPP tahun ini. Dan moment yang ditunggu-tunggu itu pun datang juga; berada di satu ruangan dengan Kak Bara dan dalam jarak yang begitu dekat. Kayaknya belum pernah ngerasain se-excited kemarin kalau ikut seminar (seminar atau apa sih namanya? tiba-tiba lemot -_-) sebelum-belumnya. Sepanjang kelas, aku benar-benar memerhatikan setiap materi yang Kak Bara sampaikan. Apalagi dengan cara Kak Bara menyampaikannya dengan lugas, santai, disertai dengan humor dan juga contoh dari setiap materinya, jadi aku dan juga teman-teman yang lainnya dapat menangkap 'ceramah' Kak Bara itu dengan baik.
Dengan melibatkan kami dalam kelasnya, Kak Bara mampu menciptakan suasana akrab antara pemberi materi dengan pesertanya; penulis dengan pembacanya. Berbeda dengan seminar atau acara semacam itu lainnya yang sering terlihat dan terdengar menggurui juga membosankan, kelas Kak Bara kemarin sama sekali nggak membosankan dan terasa menggurui. Kak Bara memposisikan dirinya bukan sebagai ahli, penulis beken yang terkenal, tapi sebagai seorang teman untuk para pembacanya yang ingin berbagi pengalaman yang ia punya. Materinya pun dikemas ringan, padahal jika diperhatikan kembali materinya lumayan berat dan banyak. Tapi, lagi-lagi Kak Bara dapat menyampaikannya dengan sederhana.
Pertama-tama, Kak Bara menyajikan dua langkah yang perlu diperhatikan ketika kita akan memulai menulis novel; memandang novel sebagai semesta dan juga sebagai bangunan, suatu tempat yang luas yang terdiri dari unsur-unsur kecil lainnya, di mana di dalamnya memiliki keteraturan. Keteraturan atau kesistematisan inilah yang menjadi point penting dalam sebuah novel. Selain itu, ada empat hal yang perlu diperhatikan juga dalam proses 'membangun semesta ini' yaitu konsekuensi, sinkronisasi, konsistensi, dan logika. Seperti halnya ketika kita akan membangun sebuah rumah, kita akan terlebih dahulu menentukan gaya rumah seperti apa yang kita inginkan, dengan desain seperti apa, dan ruangan-ruangan lain yang ada di dalamnya, menulis novel pun begitu. Terlebih dahulu menentukan type, genre, setting, dan lain sebagainya. Kesemua unsur itu tentu saja perlu ditulis dengan sistematis dan logis. Nggak cuma itu, Kak Bara juga menambahkan penjelasan lainnya seperti karakter tokoh dan konflik cerita.
Setelah penjelasan tentang arsitektur novel selesai, saatnya Kak Bara membuka sesi tanya jawab yang langsung aja disambut dengan banyak acungan tangan dari peserta (btw, aku nyumbang pertanyaan juga, lho! hihihi :D). Pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman keren-keren semua, mulai dari tokoh, judul per bab, pemotongan adegan setiap bab, hingga dialog tokoh. Pokoknya seru, deh! Kelas hampir berakhir ketika Kak Bara memberi kami tugas untuk merancang novel yang ingin kami tulis. Semuanya terlihat antusias dan fokus dengan catatannya masing-masing. Tapi karena waktunya hampir habis, nggak semua outline kami bisa dibacakan Kak Bara. Beruntung banget, deh, buat teman-teman yang outline-nya dibaca dan dikasih masukan sama Kak Bara *terus nangis dipojokan kamar (u_u)"
Selesai juga kelas ngulik arsitektur novel bareng Kak Bara. Waktu dua jam bener-bener nggak kerasa, tiba-tiba selesai aja, padahal masih pengin lanjut dan ngobrol banyak soal novel sama doi. Semoga lain waktu ada kesempatan seperti ini lagi *colek Gagas Media :p
Dan tibalah saatnya minta tangan dan bergaya depan kamera bareng Kak Bara, yihiiy! Dengan bantun si @margaretanyiit yang jadi fotografer buatku, berhasil juga foto bareng Kak Bara *rejeki anak sholehah *halah --,
Udah, nih, acaranya selesai?
Oh, belum, dong! Masih ada keseruan lainnya di KPP 2014, Gaes. Nonton bincang-bincang santai bareng Koh Alexander Thian, Mbak Nina Ardianti, dan Kevin Anggara soal "How I Promote Myself" nambah wawasan kami juga, nih. Jadi tau sekarang trik-trik dan saran-saran mereka gimana, sih, promosiin diri sendiri lewat berbagai media. Bincang-bincang ini juga nggak kalah seru, karena Koh Alex, Mbak Nina, dan Kevin yang ngocol abis. Oh, iya sebelumnya juga acara sempat diramaikan oleh games seru yang udah disiapkan panitia dan juga stand up comedy dari Dzawin, membuat semua yang ada di ruangan terpingkal-pingkal. Lagi-lagi kami tersihir dalam suasana yang akrab. Sempat mikir, ini acara kumpul penulis-pembaca atau acara kumpul keluarga, sih? Karena saking nggak pernah menghadiri acara semacam ini yang suasananya nyaman dan seru abis. Salut, deh, buat Gagas dan yang lainnya. Petjah, tjoy! >_<
It was a great weekend that I ever had! Thank you buat Gagas Media yang udah ngadain acara ini. Nggak sabar buat nunggu event-event lainnya dari Gagas tahun depan. Pulang dari KPP kemarin, aku jadi semangat lagi buat nulis dan berkarya, semakin pede dengan kemampuan yang aku punya, semakin pengin belajar lebih banyak lagi soal dunia menulis, dan juga jadi punya impian suatu hari nanti pengin jadi bagian dari keluarga besar Gagas Media. May I? *sungkem Koh Jeffri* heheheh :p
Adoh, udah kepanjangan, nih, ceritanya. Okay lah segitu aja. See you next year, Pals. Wish you have a bunch of happiness. Tetap dan terus berkarya buat kita semua! ^_^
Xoxo,
Titi :3
Bareng Kak Bara dan 'anak ketujuhnya' :D


Of course, you may :)
BalasHapusTerima kasih untuk tulisannya ya.
- jeffri
Wow, thank you :)
BalasHapusand my pleasure.
Kapan Gagas mau ngadain acara lagi Ko Jeff? Setelah datang kemarin, acara Gagas jadi waiting-list event untuk tahun depan, nih, Ko Jeff. Hehehe :p
Saya ketemu Bara waktu dia ngisi acara talk show kepenulisan di Gramedia Solo. Dan seluruh peserta cewek semua kecuali saya. Hahahaha.. :D
BalasHapusHahaha berubut buat tanda tangan dan foto juga nggak?
HapusRata-rata acara yang melibatkan Bara, entah talkshow atau launching buku, ramenya sama cewek-cewek, deh. Kamu penggemar bukunya Bara?